Dengan ini, semoga bisa bermanfaat dan berkah, serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat

Membuat Kuis Online Sendiri Mudah Gratis

Pada kesempatan ini saya akan share tentang membuat kuis onilne mudah dan gratis menggunakan google form. Ini bisa di terapkan untuk latihan soal untuk siswa dan mungkin bisa juga untuk penilaian. Hasil nilai juga bisa otomatis tampil dan tersimpan bisa di excelkan.

Google form juga bisa di manfaatkan untuk pengumpulan data kuesioner. Berikut adalah link yang kami gunakan untuk mengisi blangko permohonan aplikasi: https://goo.gl/forms/5p3U0Gny7b8XZRQR2

Dan berikut ini hasil pengumpulan data yang kami publikasikan https://apk13sd.blogspot.com/2018/10/hasil-survey-k13-sd-tahun-2018.html


Kembali ke kuis online untuk siswa berikut linknya https://goo.gl/forms/OzBGJk25DFPEmrui2

dan ini adalah tayangan proses pembuatannya




Demikian, semoga bermanfaat.

PENILAIAN SKAP SESUAI PPK - PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

Pada kesempatan ini saya akan share tentang penilaian sikap yang terintegrasi atau sesuai dengan PPK. PPK adalah singkatan dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

cantoh nilai karakter penilaian sikap


Sikap Spiritual (KI-1)

Nilai utama karakter pada Sikap Spriritual (KI-1) yaitu:


Religiusitas, diantaranya: beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, taat beribadah, bersyukur, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, dll.

Integritas, diantaranya: jujur, rendah hati, santun, tanggung jawab, keteladanan,komitmen moral, cinta kebenaran, menepati janji, anti korupsi, dll.

Satuan pendidikan dapat merumuskan dan mengembangkan nilai operasional dari Nilai Utama Karakter sikap sosial tersebut secara bersama-sama.

Dan berikut adalah contoh catatan perilaku sikap spiritual yang bisa dicatat pada jurnal pengamatan sikap KI 1

Nilai Utama Karakter - Karakter Operasional - Catatan Perilaku - Tindak lanjut hasil
Religiusitas - Ketaatan Beibadah - Selalu tepat waktu dalam menjalankan Ibadah - -
Religiusitas - Ketaatan Beibadah - Menjalankan perintah Agama dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab -
Religiusitas - Ketaatan Beibadah - Selalu terlibat dalam kegiatan peringatan atau perayaan keagamaan -
Religiusitas - Ketaatan Beibadah - Selalu mengeluh dalam menjalankan ibadah - Mengajak siswa selalu optimis dan bersyukur - Sudah bisa berubah.
Religiusitas - Ketaatan Beibadah - Bercanda saat sholat berjamaah - Menasehati agar tidak bercanda saat sholat - Sudah mampu meningkatkan sikap ketaatan beribadah.

Religiusitas - Berdoa - Mengobrol saat berdoa - menasehaati agar tdak mengobrol lagi; hari berikutnya diminta untuk memimpin doa di kelas - sudah bisa berubah, tidak terlihat mengobrol di saat berdoa.
Religiusitas - Berdoa - Mengajak temanya untuk berdoa sebelum makan - -

Religiusitas - Bersyukur - Membuang makanan yang masih layak makan  - Memberikan bacaan yang menyentuh hati - Sudah mampu meningkatkan perilaku syukur

Integritas - Jujur - Tidak pernah mencontek
Integritas - Jujur - Menemukan uang di lingkungan sekolah dan menyerahkan kepada guru kelasnya
Integritas - Rendah hati - Menunjukan sikap rendah hati dan sayang terhadap semua teman, baik seagama maupun tidak seagama.
Integritas - Tanggung Jawab - Ada atau tidak ada guru, selalu membuang sampah pada tempatnya.

Berikut ini adalah contoh deskripsi nilai sikap spiritual
"Aditya sangat taat beribadah, jujur, selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, dan sudah mampu meningkatkan prilaku syukur."


Sikap Sosial (KI-2)

Nilai utama karakter pada Sikap Sosial (KI-2) yaitu:


Nasionalisme, diantaranya: cinta tanah air, semangat kebangsaan, menghargai kebhinekaan, menghayati lagu nasional dan lagu daerah, cinta produk Indonesia, cinta damai, rela berkorban, taat hukum, dll.

Kemandirian, diantaranya: disiplin, percaya diri, rasa ingin tahu, tangguh, bekerja keras, mandiri, kreatif-inovatif, pembelajar sepanjang hayat, dll.

Gotong royong, diantaranya: suka menolong, bekerjasama, peduli sesama, peduli lingkungan, kebersihan dan kerapian, kekeluargaan, aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, dll.

Integritas, diantaranya: jujur, rendah hati, santun, tanggung jawab, keteladanan, komitmen moral, cinta kebenaran, menepati janji, anti korupsi, dll.

Satuan pendidikan dapat merumuskan dan mengembangkan nilai operasional dari Nilai Utama Karakter sikap sosial tersebut secara bersama-sama.

Dan berikut adalah contoh catatan perilaku sikap Sosial yang bisa dicatat pada jurnal pengamatan sikap KI 2

Kemandirian - Disiplin - Terlambat datang ke sekolah - Dinasehati agar bisa datang lebih awal - Masih belum berubah

Kemandirian - Displin - Datang ke sekolah paling awal - -

Kemandirian - Percaya diri - Mengajukan diri untuk lomba bernyanyi mewakili kelas IV

Dan berikut ini contoh deskripsi nilai sikap sosial:
"Aditya sangat jujur, percaya diri, suka menolong dan sudah mampu meningkatkan sikap disiplin."

Demikianlah tentang penilian sikap pada kurikulum 2013 yang sesuai dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

LEBIH LENGKAP TENTANG PENDIDIKAN PENGUTAN KARAKTER (PPK). Silahkan download: Materi Diklat K13 Tahun 2018

Semoga bermanfaat,

KEREN! CATAAN WALI KELAS DI RAPORT SISWA

Pada kesempatan ini akan kami share hasil copy paste dari grup facebook guru, yang menurut saya keren. Yaitu tentang tulisan pesan/catatan wali kelas yang terdapat pada raport. Semoga ini dapat memberikan inspirasi kepada Bapak/Ibu Guru dalam menuliskan catatan wali kelas kepada para siswa.



Langsung saja sebagai berikut:

IBU GURU, AKU BUTUH PENGAKUAN
Copas dari FB teman

Zaman-zaman saya jadi wali kelas sebenarnya paling mumet adalah saat mengisi nilai raport, karena saya termasuk guru yang tidak betah duduk lama. Namun demikian saya sangat menikmati saat mengisi kolom'catatan wali kelas'.  Biasanya kebanyakan wali kelas mengisinya dengan simpel, kan. Seperti:

'Tingkatkan belajarmu'
'Pertahankan prestasimu'
'Dan lain-lain'

Lalu saya iseng menulis sebuah deskripsi berisi tentang kelebihan siswa. Misal:

'Kamu anak yang cerdas, punya keingintahuan yang luar biasa, jika kamu bisa memanfaatkannya dengan baik suatu hari kelak kamu akan menjadi pribadi yabg sukses.'

'Kamu anak yang aktif, suka hal-hal yang baru dan tidak pernah bisa diam itu menunjukkan kamu anak yangenerjik (ini untuk anak yang selalu ribut dan suka berkeliaran di kelas).

'Kamu anak yang sopan, baik dan pandai menjaga perasaan teman terutama guru' (biasanya anaknya
pendiam).

'Kamu anak paling rapi dan bersih. Ibu dan teman-temanmu sangat menyukaimu karena hal itu.'

Dan masih banyak catatan-catatan lain yang saya sesuaikan dengan kepribadiannya masing-masing. Tidak sulit menuliskan kelebihannya sebab setiap anak memang punya kelebihan masing-masing, sebandel-bandelnya anak, kalau kita mau jujur pasti punya kelebihan.

Bahkan saya pernah punya anak didik perempuan yang omongannya kasar, hampir tiap hari melawan guru, jarang hadir, suka bolos, jangan tanya soal kemampuan belajar. Hasilnya hampir nol. Pokoknya hampir sulitmengungkapkan apa kelebihannya. Mungkin satu-satunya hanya ia terlihat cantik. Mirip Acha septriasa. Lalu saya tulis:

'Kamu anak yang cantik. Mirip artis Acha Septriasa. Ibu sangat mengidolakannya. Semoga ibu pun bisa mengidolakanmu sebagai siswa yang mampu berhasil seperti Acha di suatu hari kelak.'

Hasilnya?
Mereka senyum-senyum GR membacanya. Karena mereka tahu itu jujur tentang mereka. Yang pintar, yang (maaf) mungkin sering kita bilang bodoh, yang baik, yang bandel, yang pendiam semuanya tampak bahagiamembaca ada dua baris kalimat pengakuan tentang diri mereka. Saya tidak dengar ada yang bahas nilai matematika, bahasa inggris dan lain-lain.

Semua sibuk saling bertanya:
"Apa yang ibu tulis untukmu?"
"Catatan kamu apa isinya?"
"Cieee, kamu dibilang anak yang pemurah hati dan gak pelit. Tapi bener sih. Kamu selalu kasih minjam tipex ke aku."

Bahkan anak yang usil berkata:

"Ah, ibu wali kelas bohong tuh bilang kamu baik. Baik darimana, dari Hongkong? Perasaan kamu paling bandel di kelas."
"Enak aja, emang aku sebenarnya baik kok, tapi tergantung gurunya."
Lalu di semester dua karena waktu mepet saya tidak sempat menuliskan deskripsi kelebihan mereka lagi.

Saya pikir biasa aja. Tahu-tahu semua protes.

"Bu, kok gak ada catatannya?"
"Ah, gak seru Bu. Enam bulan aku cuma mau nunggu itu."

Bahkan yang juara satu berkata:
"Yaaah, padahal itu yang aku tunggu-tunggu, Bu. Kalau nilainya sih udah bosan lihatnya. Dan segitu-gitu aja.
Kami kumpul lagi ya Bu raportnya, biar ibu isi catatannya."

Saya kaget.  Di semester lalu saya cuma iseng. Ternyata anak-anak meresponnya lebih dari sekedar yang saya bayangkan. Mereka menginginkannya.

Akhirnya saya mulai berpikir dan mengambil kesimpulan sendiri bahwa anak-anak lebih membutuhkan sebuah pengakuan tentang diri mereka daripada sebuah nilai. Mereka butuh pujian yang jujur.

Saya justru takut selama ini anak-anak didik saya sebenarnya haus akan sebuah pengakuan hal baik tentangdiri mereka. Sejak itu setiap jadi wali kelas selalu saya tuliskan tentang kelebihan mereka.

Dan reaksi semua murid selalu sama. Tampak bahagia. Senang. Dan bangga.
Bahkan saya mulai menerapkannya tidak hanya di catatan raport, tapi sebisa mungkin di setiap penilaian soal.

Atau dalam interaksi sehari-hari. Semisal lebih banyak mengajak mereka ngobrol (di luar dari pelajaran) lalu diselipkan pengakuan-pengakuan kebaikannya. Misal:

"Eh, serius lho, Ibu paling suka tiap kali lihat kamu habis jajan sampahnya langsung di taruh ke tong sampah."
"Entah kenapa Ibu kok bangga ya punya murid kayak kamu yang suka meminjamkan pulpen sama Tipe-X ke teman-teman. Pasti kamu nanti akan jadi orang yang penolong."

"Ya ampuuun, suara kamu lagi teriak di kelas merdu banget. Mau gak Ibu angkat jadi semacam Jubir Ibu. Jadinanti kalau ada apa-apa yang mau Ibu sampaikan, kamu yang menyampaikannya ke teman-temanmu."

(Untuk hal seperti ini, suruh yang paling ribut dan gak mau diam. Sehingga si anak merasa dipercaya mampumelakukan sesuatu sesuai kemampuannya).

Banyak lagi yang lain. Masalahnya terkadang kita terlanjur sewot dan dongkol sama anak yang bandel, hingga ogah rasanya mau muji-muji. Jangan, Bu. Mereka punya porsi yang sama untuk kita senangi. Punya hak yang sama untuk disayangi.

Saya tidak tahu apa tindakan ini sesuai dengan aturan administrasi kurikulum atau tidak. Atau mungkin jugabanyak guru yang sudah melakukan hal serupa.

Hal ini sebenarnya tidak hanya bisa diterapkan oleh seorang guru pada murid. Orangtua kepada anak juga bisa. Terutama ibu yang banyak berinteraksi dengan anak. Yuk mari yuuuuk ... kita lebih membuka diri membacakelebihan sang anak dan tidak gengsi mengakuinya. Tidak melulu membicarakan kelemahan mereka. Kelebihan di sini bukan semata-mata tentang prestasi ya, Bu. Melainkan cenderung ke sifatnya sehari-hari.

------------------------
Demikianlah tentang sebuah tulisan, yang saya sendiri tidak tahu penulisnya, sehingga tidak dapat mencantumkan sumbernya. Semoga bermanfaat...
share juga ke rekan Anda

apK13sd versi 2018.7 belum terintegrasi PPK

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pada kesempatan ini, kami beritahukan bahwa aplikasi raport / penilaian kurikulum 2013 Sekolah Dasar apK13sd versi 2018.7 belum terintegrasi dengan penililaian sikap Pengutan  Pendidikan Karakter  (PPK).

Dari teman grup w.a., pada tahun 2018 ini sudah banyak yang mengikuti pelatihan atau penyegaran kurikulum 2013. Materi dapat di unduh pada link berikut: https://goo.gl/ine4P1

Namun saya sendiri belum paham bagai mana PPK di berikan ke siswa melalui Kurikulum 2013. Terlebih bagaimana cara penilaian sikap yang terintegrasi dengan PPK ini.

penilaian sikap ppk kurikulum 2013


Butir Sikap PPK adalah sebgai berikut

Religius
Jujur
Toleransi
Disiplin
Kerja Keras
Kreatif Mandiri
Demokratis
Rasa Ingin Tahu
Semangat Kebangsaan
Cinta Tanah Air
Menghargai Prestasi Bersahabat/Komunikatif
Cinta Damai
Gemar Membaca
Peduli Lingkungan
Peduli Sosial
Tanggung Jawab (dan lain-lain) Pasal 3 Perpres No. 87/2017 tentang PPK

Nilai Inti PPK:
1. Religius
2. Nasionalis
3. Mandiri
4. Gotong Royong
5. Integritas

Melalui postingan ini kami beritahukan bahwa:

1. Aplikasi apk13sd versi 2018.7 pada penilaian sikap belum terintegrasi dengan Penguatan Pendidikan Karakter  (PPK).

2. Masih menggunakan Nilai Sikap Spiritual (KI 1) dengan butir Ketaatan Beribadah, Berperilaku Syukur, Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, toleransi dalam beribadah. Nilai Sikap Sosial  (KI 2) Jujur, Disiplin, Tanggung Jawab, Santun, Peduli, Percaya Diri. Indikator dapat dilihat melaui link berikut >>> https://goo.gl/1Np5up

3. Cara Penilaian Sikap >>>  https://goo.gl/QxDtjm
 dan cara memasukkan nilai sikap pada aplikasi apk13sd >>> https://youtu.be/4AKQbRamOjY

Berdasarkan hal tersebut di atas, kami harap teman-teman yang menggunakan aplikasi ini apk13sd versi 2018.7 dapat segera menentukan keputusan untuk tetap menggunakan aplikasi ini / memodikasi aplikasi / segera beralih ke aplikasi lain mengingat sudah hampir penerimaan raport semester 1 tahun pelajaran 2018/2019
Demikian, terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penilaian Akhir Semester (PAS)

Penilaian akhir semester (PAS) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester ganjil. Cakupan PAS meliputi seluruh KD pada semester ganjil.

Penilaian Akhir Semester (PAS) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester gasal. Cakupan penilaian meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Hasil penilaian akhir semester selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar peserta didik. Hasil penilaian ini dapat dimanfaatkan antara lain untuk pengisian rapor.

(download: aplikasi analisis nilai)
(lihat: cara mengolah nilai pengetahuan)

Contoh Jadwal PAS Penilaian akhir semester dilaksanakan setelah pembelajaran empat tema selesai (untuk kelas I, II, dan III) atau pembelajaran lima tema selesai (untuk kelas IV, V, dan VI).

Sebelum menyusun soal-soal tes tertulis, guru perlu membuat kisi-kisi soal. Kisi-kisi soal tersebut dibuat berdasarkan pemetaan KD pembelajaran. Guru perlu mengidentifkasi proporsi KD-KD muatan pelajaran yang akan dinilai pada akhir semester agar dapat disesuaikan dengan banyak soal yang akan dibuat dan apakah perlu diujikan kembali KD tersebut (terutama KD-KD yang telah dinilai di penilaian tengah semester).

Tes tertulis untuk KD satu mata/muatan pelajaran maka soal-soal dibuat per mata/muatan pelajaran. Soal-soal tes tertulis dapat juga dibuat terpadu untuk beberapa muatan pelajaran.

Pelaksanaan penilaian akhir semester diatur sesuai jadwal berdasarkan tema dan muatan pelajaran. Contoh jadwal penilaian akhir semester sebagai berikut.

Untuk Kelas IV, V, VI sbb
contoh jadwal penilaian akhir semester

Diatas adalah jadwal yang dicontohkan pada: Buku Panduan Penilaian Tahun 2016

Karena MTK dan PJOK sudah terpisah dari tema, maka jadwal tentunya terpisah. (lihat: Panduan Pembelajaran MTK PJOK )

mungkin Anda tertarik untuk mendownload: Aplikasi Administrasi UTS / UAS / UKK

Dan berikut ini adalah JADWAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) di tempat saya berkerja.




Demikian, semoga bermanfaat


FORMAT PENILAIAN ANTAR TEMAN K13 SD

Penilaian antarteman merupakanbentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk salingmenilai sikap dan perilaku keseharian temannya. Penilaian antarteman berfungsi sebagai alat konfirmasi terhadap penilaian yang dilakukan oleh pendidik. Penilaianan tarteman paling baik dilakukan pada saat peserta didik melakukan kegiatan berkelompok. Instrumen penilaian antarteman dapat berupa lembar penilaian antarteman yang berisi “butirbutir pernyataan sikap positif yang diharapkan dengan kolom “YA” atau “TIDAK” atau dengan skala likert.


Pada sebelumnya telah di posting tentang: Teknis / Cara Mengolah Nilai Sikap 

Dan berikut ini adala video membuat format penilaian antar teman sesuai buku panduan penilaian menggunakan Microsoft Word. Agar lebih hemat satu lembar kertas bisa dijadikan dua.



Buat teman-teman yang sibuk di kelas, langsung saja silahkan: download
Bantu like dan subcribe videonya ya... :)

Lihat juga: Membuat Format Penilaian Diri

Demikianlah postingan kesempatan ini, mudah-mudahan ada manfaatnya. Terima kasih

Membuat Format Penilaian Diri K13 SD

Penilaian diri merupakan bentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk mengemukakan sikap dan perilaku yang positif dan negatif dari dirinya. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. Penilaian diri dilakukan sebagai alat konfirmasi.

Pada sebelumnya telah di posting tentang: Teknis / Cara Mengolah Nilai Sikap
Dan berikut ini adala video membuat format penilaian diri sesuai buku panduan penilaian menggunakan Microsoft Word. Agar lebih hemat satu lembar kertas bisa dijadikan dua.




Lihat juga: Membuat Format Penilaian Antar Teman

Demikian, semoga bermanfaat

Video Pengguanaan

Diberdayakan oleh Blogger.